Showing posts with label rekreasi. Show all posts
Showing posts with label rekreasi. Show all posts

Friday, 12 February 2016

Waduk Wilalung : Si Tua Yang Tetap Eksis Bersama Anak Nge-hist

Bendungan Dari jauh,diambil dari instagram Pribadi

Foto Alat berat sekitar waduk wilalung
Bicara tentang foto ini,bagi kamu yang bukan warga sekitar kota kudus belum tahu kan?. Tapi jangan langsung merasa negative tentang ucapan saya.


Iya,kelihatan dari jauh seperti sebuah pintu air atau kanal ?

Betul sekali,itu adalah sebuah bendungan air yang terletak di sebelah barat Desa Kalirejo Undaan Kudus,di tengah kerentaannya, Bendung Wilalung di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berkali-kali menyelamatkan ratusan ribu penduduk  yang berada di kabupaten Kabupaten Kudus, Pati,Demak,dan sebagian Grobogan.

Karena saya akan membahasnya sedikit,waduk ini menjadi destinasi yang sangat menyenangkan bagi anak-anak nge-hist saat ini. Yang kebanyakan dari mereka memamerkan sebuah foto yang di unggah ke media sosial. Membuat para teman-temannya sangat penasaran.

Tanpa bendung dengan 11 pintu pembagi pintu banjir itu, banjir tahunan dari Sungai Serang dan Lusi sulit dikendalikan. Tanpa bendung buatan Pemerintah Hindia Belanda tahun 1892 tersebut, banjir selalu melanda permukiman dan sawah masyarakat.

Sejarah Singkat

Bendung Wilalung merupakan bangunan pembagi pintu banjir yang bertujuan melindungi daerah Demak, Kudus, dan Grobogan dari banjir. Pemerintah Hindia Belanda membangun bendung itu pada 1908-1916 di percabangan Sungai Serang.

Pemerintah Hindia Belanda mengoperasikan bendung tersebut pada 1918. Sebelum bendung itu dibangun, pada 1892, Pemerintah Hindia Belanda membangun saluran besar yang menghubungkan Sungai Serang dan Sungai Gelis yang sekarang disebut Sungai Wulan, dengan tujuan memperpendek jarak Sungai Serang ke laut.

Pada waktu itu, bendung pembagi pintu banjir dibuat untuk mengatur dan mengalihkan luapan banjir Sungai Serang ke Sungai Wulan dan Juwana. Debit air maksimal Sungai Serang 1.350 meter kubik per detik dilewatkan ke 2 pintu Sungai Wulan sebesar 350 meter kubik per detik dan 9 pintu Sungai Juwana 1.000 meter kubik per detik.

Salah satu kepentingan Pemerintah Hindia Belanda membangun bendung ialah melindungi Kudus yang pada waktu itu menjadi daerah penopang perdagangan Keresidenan Semarang. Di bagian timur Distrik Undakan terdapat Rawa Gede, suatu rawa besar yang melewati perbatasan dengan Distrik Kajen (sekarang Kayen di Kabupaten Pati). Pembuangan rawa ini adalah Sungai Juwana. Batas barat kota Kudus adalah Sungai Serang yang di kedua sisinya dibangun bendungan. Di Wilalung Distrik Undakan, dibangun sebuah pintu air besar yang mengatur air banjir ke Sungai Babalan atau Juwana dan Tanggulangin (Sungai Wulan).

Seiring dengan kerusakan alam di hulu dan sedimentasi Sungai Lusi dan Serang, Bendung Wilalung mulai kesulitan mengendalikan banjir. Pada tahun 1995, pemerintah membangun kanal banjir yang mengalirkan air ke Sungai Wulan 400 meter kubik per detik.

”Kanal banjir itu dibangun setelah banjir melanda Kudus pada 1993. Waktu itu, debit air Sungai Serang sebesar 1.600 meter kubik per detik sehingga melebihi batas tampung Bendung Wilalung,” tutur Kaspono, tokoh petani Kudus dan anggota Dewan Sumber Daya Air Jawa Tengah, Senin (17/12).

Setelah itu, banjir besar kembali landa Kudus, Demak, dan Pati pada 2003, 2007, dan 2008. Hal itu terjadi karena kondisi bendung memprihatinkan. Hanya 2 pintu menuju Sungai Wulan dan 2 pintu menuju Sungai Juwana yang bisa dioperasikan.

Selain itu, kapasitas tampung sungai-sungai menurun. Kapasitas Sungai Wulan turun dari 1.000 meter kubik per detik menjadi 725 meter kubik per detik dan Sungai Juwana juga merosot drastis dari 1.650 meter kubik per detik menjadi 150 meter kubik per detik.

Beragam kondisi itu pada akhir 2007 menyebabkan tanggul kanan Sungai Wulan di Desa Medini, Kudus, jebol di tujuh titik sepanjang total 203 meter. Banjir setinggi 2 meter itu menyebabkan 6.092 hektar lahan dan 35.000 rumah tergenang serta 12.076 warga mengungsi.

Pada tahun 2011 dan 2012, Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Serang-Lusi-Juwana (BPSDA Seluna) memperbaiki Bendung Wilalung. Dua pintu bendung menuju Sungai Wulan dipotong agar sampah tidak menyumbat dan memperlancar arus air ke Sungai Wulan.

Adapun tiga pintu pembagi banjir menuju Sungai Juwana telah diperbaiki dan dapat difungsikan kembali. Perbaikan itu juga didukung dengan sejumlah normalisasi di Sungai Wulan, Serang, dan Juwana.

Pemandangan Bebek-bebek di Desa

Tentang foto ini,pemandangan yang tidak seperti biasanya yang terjadi di kota-kota besar. Foto ini berhasil saya ambil ketika menelusuri desa wonosoco kecamatan undaan di kota kudus. Di foto terlihat adek kecil yang saya ajak ikutan bersepeda,kelihatannya dia senang sekali. Dan bebek-bebek ini tertib.

Apa yang kamu dapatkan dari foto ini ?

1. Senang ada bebek-bebek banyak
2. Bebek mudah diatur
3. Suasana desa

Haha,semoga ada hikmah yang saya sampaikan.

Salam hangat dari mas-poker.

Candi Prambanan Is My Kado Favorit


Bicara tentang foto ini,hem sungguh sangat menakjubkan. Pasalnya foto yang diambil memanglah perjuangan yang gak sia-sia. Foto ini mengisahkan,para karyawan dan bos mengadakan acara wisata tahunan.

Foto yang kelihatannya capek,namun tetap ceria. Dan ini yang saya rasakan waktu itu,kayaknya tahun 2015 deh. Iya,foto yang berbeda,sangatlah berbeda.

Karena disini wisata bukan sama para murid-murid sekolah ataupun guru-guru yang agendanya sangat singkat dan pastinya setelah rekreasi diwajibkan untuk membuat makalah,tentang bagaimana rasanya berwisata.

Boro-boro,yang saya tahu. Agenda yang di bikin sebuah sekolahan,itu pasti sama seperti sekolahan lainnya. Antara bulan Maret ataupun April. Jadi jangan heran,jika waktu kamu rekreasi ketemu anak sekolah lainnya.

Namun sayangnya tahun baru 2016 tidak ikut,karena kurang fit. Dan terima Kasih Mas Teguh menemani saya,karena fotonya kerasa nyata.